Apakah kamu termasuk salah satu yang menunggu perayaan Imlek tiba? Atau bahkan kamu juga termasuk pengincar angpau?
Selain amplop merah yang berisi uang, perayaan Tahun Baru Cina terasa masih “hambar” tanpa kehadiran berbagai macam makanan khas Imlek. Makanan yang tersaji saat perayaan Imlek banyak ragamnya mulai dari kudapan hingga makanan berat. Namun, tidak hanya sekedar hidangan semata, aneka makanan khas Imlek juga memiliki makna khusus dalam kebudayaan Cina.
Penasaran kan apa saja makanan khas Imlek yang selalu tersedia selama perayaan ini? Berikut 6 macam makanan khas Imlek yang selalu ada beserta maknanya yang mendalam :
- Kue Mangkuk
Kue bertekstur kenyal ini terbuat dari tepung beras. Selain rasanya enak, tampilan kue mangkuk juga cukup cantik. Dengan tampilannya yang mirip seperti kelopak yang mekar, kudapan ini menyimbolkan keberuntungan. Semakin banyak kamu memakannya, maka kamu akan makin mujur.
- Jiaozi
Setiap negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok punya versi dumpling-nya masing – masing. Negeri Tirai Bambu punya jiaozi. Makanan khas Imlek ini juga populer dengan nama kuo tie, dumpling ala Tionghoa yang berupa adonan kulit pangsit berisi daging atau sayuran yang kemudian digulung. Jiaozi bisa dimasak dengan cara digoreng, direbus, atau dikukus.
Makanan ini dianggap menjadi simbol kekayaan ataupun keberuntungan, karena bentuknya yang menyerupai uang Cina zaman dulu. Jiaozi kerap disajikan dengan saus kecap asin atau cuka hitam.
- Lumpia Goreng
Selama perayaan tahun baru Imlek, masyarakat Tionghoa juga biasanya menjamu para keluarga dengan satu jenis gorengan, yaitu lumpia goreng atau chun juan. Sama halnya seperti gorengan risol pada umumnya, lumpia goreng juga terbuat dari kulit lumpia yang berisi daging, sayuran, atau isian manis lainnya. Kemudian, adonan digoreng sampai matang atau berwarna kuning keemasan.
Menurut kepercayaan masyarakat Cina, bentuknya yang silinder dan warna kuning keemasan pada makanan ini mirip seperti batang emas. Itulah sebabnya mengapa makan lumpia goreng diyakini sebagai lambang sebuah pengharapan untuk kemakmuran.
- Ayam atau Bebek Utuh
Ayam atau bebek utuh juga menjadi makanan yang tidak pernah absen di malam – malam tahun baru Imlek. Ada alasan kenapa makanan khas Imlek ini harus disajikan utuh mulai dari kepala, badan, sayap, hingga ceker.
Ayam atau bebek yang disajikan secara utuh melambangkan “persatuan” dan “keutuhan”. Kondisinya yang utuh pun menjadi simbol “awal dan akhir yang baik” untuk tahun baru yang akan dijalani nanti.
- Ronde atau Tang Yuan
Ronde atau tang yuan merupakan makanan khas Imlek berupa sajian berkuah. Terdapat bola – bola berwarna – warni berbahan tepung ketan yang didalamnya diberi isian kacang atau wijen hitam. Bola – bola tersebut disantap bersama kuah jahe yang hangat dan segar.
Makna simbolis di balik kudapan hangat satu ini adalah kebersamaan, karena berdasarkan pengucapan katanya yakni tang yuan terdengar mirip dengan yong yuan yang berarti ‘selamanya’ dan bentuknya bulat. Alhasil, makanan ini selalu ada saat acara reuni bersama anggota keluarga.
- Permen Kacang
Selain buah – buahan, masyarakat Tionghoa juga mengolah kacang tanah menjadi permen. Populer dengan sebutan hua sheng tang, makanan khas Imlek ini berbahan dasar kacang tanah dan sirup gula. Hua sheng tang menjadi salah satu makanan yang dipersembahkan untuk Dewa Tungku. Rasa manis permen kacang ini wajib sekali kamu coba!
