Apabila kamu seorang pemegang kartu kredit (credit card), penting banget lho tahu istilah singkatan yang sering tertera di bagian kartunya. Beberapa yang familiar adalah CVV dan CVC. Yuk, jangan cuma familiar dengan singkatannya saja, tetapi juga arti kode tersebut!
Kode CVV dan CVC sangat penting kegunaannya. Tapi, ada istilah penting lain yang perlu kamu ketahui sebagai pemegang credit card. Simak pembahasannya pada artikel di bawah ini!
Tak lupa juga bagi kamu yang belum ajukan credit card, sekarang adalah waktu yang tepat. Mari kita bahas bersama-sama!
Apa Itu CVV dan CVC?
Kalau kamu perhatikan saat pegang kartu fisik dari credit card, ada kode CVV atau CVC di bagian belakang. Pernahkah kamu bertanya apa arti kode tersebut? Jadi CVV (Card Verification Value) atau CVC (Card Verification Code) adalah kode keamanan yang biasanya terdiri 3-4 digit.
Gunanya adalah untuk verifikasi identitas pemilik kartu dan untuk mencegah terjadinya penipuan saat kamu transaksi menggunakannya. Kode CVV biasanya tertera pada kartu debit/kredit dengan nomor 16 digit.
Sedangkan CVC tertera pada kartu debit/kredit dengan nomor 13 digit. Ketika kamu transaksi, CVV atau CVC tidak akan tercetak dalam struk. Jadi, transaksi aman karena cuma kamu yang tahu kode tersebut.
Istilah Penting Lainnya yang Perlu Kamu Tahu
Nah, selain kode CVV dan CVC yang penting kamu pahami, ada istilah penting terkait credit card, lho! Istilah-istilah ini bakal familiar kamu temui saat kamu Apply Kartu Kredit dan menggunakannya untuk transaksi. Berikut ini pembahasannya:
● Limit Kredit
Istilah ini merujuk pada nominal maksimum yang bisa kamu habiskan saat menggunakan credit card. Biasanya, limit kredit sudah ditetapkan oleh bank atau perusahaan penerbit kartu dan sudah menyesuaikan dengan profil serta risiko finansial kamu.
● Minimum Payment
Minimum payment berarti total pembayaran minimum tagihan/cicilan yang dibebankan oleh bank penerbit kartu. Tujuan diberlakukannya hal ini biasanya menjaga agar kamu memiliki skor kredit yang baik karena mampu membayar cicilan dengan tepat waktu.
● Bunga (Interest Rate)
Salah satu komponen biaya yang perlu dibayar oleh pemegang credit card. Jadi, bunga atau interest rate adalah penambahan nilai yang ditetapkan pihak bank. Bunga akan aktif dan harus dibayar saat kamu bertransaksi menggunakan credit card tersebut.
● Billing Cycle
Istilah billing cycle merujuk pada siklus tagihan yang merupakan periode bank mulai menghitung total transaksi nasabah. Periode ini biasanya berlangsung sekitar 30 hari.
Nanti, kamu akan menerima tagihan yang berisi semua jenis transaksi. Mulai dari minimum payment, total utang, hingga tanggal jatuh tempo.
● Grace Period
Dikenal juga sebagai masa tenggang atau kelonggaran waktu untuk mengembalikan kredit beserta bunganya. Dalam periode ini, debitur baru bisa membayar kredit setelah jatuh tempo dan belum dikenakan denda bunga.
● Annual Fee
Annual fee atau biaya tahunan biasanya nominal yang harus kamu bayar pertama kali ketika daftar credit card.
Biaya ini dibayarkan per tahun dan bank akan memasukkannya secara otomatis pada tagihan kamu. Nominalnya berbeda-beda pada masing-masing bank.
● Overlimit Fee
Istilah berikutnya yang perlu kamu tahu adalah overlimit fee yang merujuk pada situasi pengguna credit card yang melakukan transaksi melebihi batas kredit yang sudah ditetapkan.
Debitur tentu mungkin mengizinkan transaksi ini, tetapi pasti ada biaya tambahan atau denda yang dikenakan. Kamu harus paham hal ini dan jangan sampai terkena overlimit fee.

Tips Aman Gunakan Kartu Kredit
Saat kamu sudah paham beberapa istilah yang berkaitan dengan credit card, maka tidak ada salahnya untuk memahami tips aman saat bertransaksi. Ini juga berkaitan dengan lebih bijak dalam mengatur finansial saat punya cicilan credit card. Yuk, disimak!
● Pilih Situs Belanja Terpercaya
Kalau kamu punya credit card, wajib untuk bertransaksi atau belanja di website e-commerce terpercaya. Kenapa? Ya, agar kamu terhindar dari scamming atau jenis penipuan bermodus yang merugikan lainnya.
Disarankan kamu verifikasi dulu merchant dan URL-nya! Gunakan juga perangkat pribadi dan hindari penggunaan WiFi di tempat umum. Lebih aman lagi, kamu bisa gunakan fitur otentikasi (OTP) pada credit card kamu.
● Sering Cek Riwayat Transaksi
Hal ini guna mencegah terjadinya transaksi yang mencurigakan. Rutin mengecek riwayat transaksi juga bisa memastikan verifikasi transaksi yang kamu lakukan. Selain itu, limit sisa kartu kredit juga bisa dilihat dari riwayat transaksi ini.
● Jangan Sebarkan Info CVV/CVC
Tips yang wajib kamu pahami adalah jangan sebarkan info data pribadi diri dan credit card, termasuk info CVV/CVC. Hindari penyebaran data-data pribadi di media sosial maupun chat pribadi.
Pasalnya, ragam penipuan atau scamming banyak sekali terjadi dan kalau kamu tidak waspada, bisa repot! Cara aman yang bisa kamu lakukan salah satunya adalah dengan memasang sandi, OTP, fingerprint/face ID pada setiap data pribadi yang tersimpan.
Pilih Kartu Kredit Digital digibank, Setiap Transaksi Dijamin Lancar Jaya!
Tuh, kan? Penting sekali untuk tahu beberapa istilah credit card yang kamu miliki dan tahu tips aman menggunakannya. Jika semua sudah siap, kamu bisa Apply Kartu Kredit Gampang dengan salah satu produk dari DBS digibank.
Produk yang bernama Kartu Kredit Digital digibank ini memiliki ragam keunggulan yang cocok sekali untuk lifestyle kamu. Mulai dari proses approval 60 detik dan bisa langsung digunakan. Lalu, mengatur limit belanja dan pengeluaran hanya sekali klik di Aplikasi DBS digibank.
Ada pula fitur digibank Pay Later yang bisa mengubah transaksi jadi cicilan maksimal 60 bulan. Lalu, kamu juga bakal dapat gratis iuran tahun pertama apabila belanja minimum Rp1 juta pada 60 hari pertama.
So, tunggu apalagi? Apply Kartu Kredit Digital digibank kamu sekarang juga! Jangan lewatkan kesempatan emas bertransaksi cerdik dan aman dengan Kartu Kredit Digital pertama di Indonesia ini. Klik di sini kalau kamu ingin apply sendiri!
